Geotextile untuk kontruksi jalan

Jalan yang sering dilalui oleh kendaraan bermotor, mobil, bermuatan kecil maupun besar setiap hari tiada henti akan membuat jalanan mudah rusak, berlubang, dan amblas. Belum lagi selalu dihadapi beragam macam cuaca mulai panas ke hujan, begitu juga sebaliknya.

Separasi-3

Untuk mengalami masalah di atas, dibutuhkan pelaksana proyek yang cerdas.Jadi seorang pelaksana proyek dituntut untuk berlaku cerdas saat membangun jalanan yang bekualitas agar tahan lama akan beban berat dan disegala macam cuaca apapun.

Langkah yang dapat diambil yaitu dengan mempertimbangkan pemakaian geotextile pada konstruksi jalan. Geotextile merupakan bahan yang tidak tembus air yang terbuat dari polimer yang beranyam (woven) dan tidak beranyam (non-woven).
Bicara tentang geotextile, bagaimana cara penggunaan geotextile tipe woven ataupun non woven? Mari kita bahas bersama.

  1. Pemasangan

Pemasangan geotextile di atas tanah merupakan langkah pertama yang bisa dilakukan. Dan pastikan geotextile tidak bergelombang ataupun berkerut sebab keadaan tanah atau lahan yang tak rata pada saat pemasangan.
Karena alasan itu, pastikan untuk mempersiapkan lahan sebaik-baiknya dengan meratakan tanah dan menghilangkan objek-objek lainnya yang mengganggu seperti batang-batang pohon sebelum melakukan pemasangan geotextile.

   2. Penyambungan

Apabila lahan yang akan digelar geotextile mempunyai ukuran yang melebihi ukuran geotextile, tindakan yang bisa dilakukan adalah dengan metode penyambungan.

Dalam metode ini, kita bisa memanfaatkan teknik menjahit, yaitu menyambungkan geotextile yang satu dengan geotextile lainnya. Selain itu, kita dapat menggunakan teknik overlapping atau juga dengan metode tumpang tindih.

Baca Juga : Tujuan dan motede perawatan beton (curing)

itu dia kegunaaan geotextile untuk kontruksi jalan, sebenarnya masih banyak lagi pengaplikasian untuk geotextile ini mungkin di artikel selanjutnya akan saya jelaskan.